Saat ini kita harus mempersiapkan Indonesia menuju era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Para tenaga kerja Indonesia tidak hanya dituntut memiliki skill, tetapi juga dituntut memiliki pengakuan keahlian melalui proses sertifikasi. Khusus pada bidang animasi, para animator dan pekerja animasi Indonesia harus memiliki kemampuan dan pengakuan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI adalah adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan (knowledge), Keterampilan atau Keahlian (skills) serta Sikap kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada bidang animasi standar tersebut masuk kategori informasi dan komunikasi golongan kelompok produksi gambar gerak, video dan program televisi, perekaman suara, dan penerbitan musik dalam bidang pembuatan animasi. Salah satunya yaitu SKKNI yang disusun oleh Assosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (Ainaki) dan difasilitasi Kementerian Komunikasi. Di market global, industri ini berkembang menjadi industri yang besar dan padat karya. Meskipun industri animasi ini dianggap industri padat karya, tetapi industri animasi memiliki dan harus diperlakukan berbeda karena sebuah industri yang dalam proses produksinya membutuhkan kerja dan keahlian yang kreatif serta dilakukan secara kolektif. Pemahaman gambar, karakter dan warna sangat bergantung pada tingkat kreatifis mereka. Pola bekerja yang dianut adalah juga secara kolektif, sangat erat keterkaitan satu proses produksi dengan proses lainnya, sehinga harus sanggup bekerja dalam team termasuk salah salah satu kompetensi kunci dalam industri ini. Meskipun dapat dikatakan industri padat karya tetapi tenaga kerja yang dibutuhkan harus yang terlatih dan terdidik, karena bukan tenaga yang dibutuhkan tetapi lebih kepada keahlian yang spesifik. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja dan kekhasan industri animasi, perlu adanya standar kebutuhan kualifikasi SDM yang diwujudkan ke dalam Standar Kompetensi Nasional. Standar ini merupakan refleksi atas kompetensi yang diharapkan dimiliki orang-orang yang akan bekerja di bidang animasi. Di samping itu standar ini juga memiliki kesetaraan dengan standar-standar relevan yang berlaku pada sektor industri animasi di negara lain bahkan berlaku secara internasional. Secara umum, SKKNI animasi ini memilah berdasarkan 3 sektor kerja utama, yaitu: Pra produksi, Produksi dan Paska produksi. Dari ketiganya tedapat unit-unit kompetensi yang membidangi keahlian yang berbeda serta kualifikasi yang dituntut oleh pelaku industri animasi secara umum.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia telah sering mengadakan diklat asesor kompetensi, selain itu juga mereka sering mengadakan pelatihan dan diklat animasi secara berkala seperti diklat Pembuatan Gambar Penceritaan Animasi, 2D Animation Movie, Pembuatan Layout Animasi 3d dll. Dra. Anandy Wati, M.P.M selaku Dirjen Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Kemenkeu menyampaikan bahwa tujuan utama mengikuti diklat tidak hanya mendapat sertifikat pelatihan tetapi juga sertifikat kompetensi untuk kesempatan kerja melalui perekrutan, karena Permintaan pasar tenaga kerja dibidang animasi sangat luas sehingga dengan adanya keahlian akan memudahkan masuk ke dunia industri dan menjadi pekerja animasi yang handal. Indonesia sendiri perlu mengejar ketertinggalan untuk mensejajarkan diri dengan negara-negara animasi dunia. Pemerintah sebenarnya sedang mendorong peningkatan kapasitas animator di Indonesia. Rudy Suteja mengatakan bahwa Pemerintah saat ini telah membuat kajian ekosistem industri animasi, namun perlu duduk bersama dengan seluruh stakeholder agar industri animasi berkembang cepat, mengingat industri animasi akan memainkan perannya dengan optimal dan memiliki potensinya yang luar biasa.

Referensi :

http:// kemenperin.go.id/kompetensi/download.php?id=45

https://bdidenpasar.kemenperin.go.id/?h=berita&j=17

https://bdidenpasar.kemenperin.go.id/?h=berita&j=114

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditkesenian/kreativitas-tanpa-batas/

http://kemenperin.go.id/kompetensi/skkni_idx.php

Ditulis oleh : Intan Permata Sari, S.Ds., M.Ds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *