PENDAHULUAN

Manusia merupakan mahluk sosial yang memerlukan komunikasi santara satu sama lainnya. Komunikasi antar sesama manusia sangat penting. Cara berkomunikasi bermacam – macam, selain menggunakan kata-kata, unsur rupa sangat berperan dalam kegiatan berkomunikasi tersebut. Bahasa merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam berkomunikasi. Dengan menggunakan bahasa bisa menyampaikan pesan antar sesamanya. Bahasa dan gaya bahasa yang serasi dengan pesan yang dibawakannya, dan tepat untuk dapat dibicarakan secara efektif (jelas, mudah, dan mengesankan) bagi penerima pesan. Gambar merupakan salah satu wujud bahasa dalam bentuk visual. Dalam sebuah gambar terdapat tanda yang bertujuan untuk memberikan pesan atau memiliki makna tersendiri.

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Dalam kehidupan sehari – hari manusia memberikan tanda dan penanda. Bila kita perhatikan lingkungan sekitar kita banyak tanda dan penanda. Dalam ilmu semiotik disebut dengan signifield dan signifier.  Petanda dan penanda tidak bisa dipisahkan bila diibaratkan sebagai selembar kertas dimana signifield menjadi lembar depan sedangkan signifier sebagai lembar belakang, bila disobek menjadi dua bagian tetap saja didalam kertas tersebut tetap terdapat bagian depan kertas dan bagian belakang kertas. Maka oleh sebab itu dalam sebuah objek pasti ada kedua unsur tersebut.

Pada awalnya konsep semiotik diperkenalkan oleh Ferdinand de Saussure melalui dikotomi sistem tanda signified dan signifier atau signifie dan significant yang bersifat atomistis. Konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in-absentia antara ‘yang ditandai’ (signified) dan ‘yang menandai’ (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi, penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa (Bertens, 2001:180).

Berbeda pendapat dengan Saussure, Charles Sanders Pierce, menandaskan bahwa kita hanya dapat berpikir dengan medium tanda. Manusia hanya dapat berkomunikasi lewat sarana tanda. Tanda dalam kehidupan manusia bisa tanda gerak atau isyarat. Lambaian tangan yang bisa diartikan memanggil atau anggukan kepala dapat diterjemahkan setuju. Tanda bunyi, seperti tiupan peluit, terompet, genderang, suara manusia, dering telpon. Tanda tulisan, diantaranya huruf dan angka. Bisa juga tanda gambar berbentuk rambu lalulintas, dan masih banyak ragamnya.

Semiotika sendiri berasal dari kata yunani semeion yang berarti tanda. Setiap manusia selalu mencari tanda atau memahami segala macam tanda yang ada di lingkungan sekitarnya, baik disengaja maupun tidak disengaja. Salah satu cabang keilmu yang sering menggunakan ilmu semiotika diantaranya desain komunikasi visual. Cabang keilmuan ini sering menggunakan ilmu semiotika dikarenakan objek yang sering mereka pakai dalam dunia desain komunikasi visual untuk menyampaikan pesan pada masyarakat luas atau kalangan masyarakat tertentu adalah dengan gambar atau visual. Dimana semiotika berperan sekali dalam menyampaikan tanda tanda yang dapat di tangkap oleh masyarakat.

  1. ANALISIS SAMPUL MAJALAH TIRED

Dalam ilmu semiotik ada dua jenis objek yaitu syncronic dan diacronic. salah satu contoh dari syncronic adalah poster iklan, poster film, cover majalah, foto dan masih banyak lagi. Sedangkan contoh dari diacronic adalah film, video iklan, video dokumenter dan masih banyak lagi.

Sampul majalah merupakan salah satu dari syncronic. Salah satu media yang digunakan dalam desain komunikasi visual adalah cover majalah (sampul majalah). Pada sebuah sampul majalah harus menggambarkan isi dari majalah tersebut. Oleh karena itu di butuhkan tanda tanda yang menggambarkan isi dari majalah tersebut, baik berupa tulisan maupun  gambar. Sebuah sampul majalah haruslah mewakili isi dari majalah tersebut. Bila sampul majalah tersebut kurang komunikatif maka orang yang mendesain sampul tersebut telah gagal menyampaikan tanda pada pembacanya. Sehingga pembaca tidak akan menangkap pesannya dengan baik. Bila tanda dalam sampul majalah ini tidak lengkap maka akan berbeda pula maknanya yang yang ditangkap.

Bilamana elemen dalam satu objek tidak lengkap maka makna yang disampaikan tidak lengkap. Begitu pula dengan sampul majalah, bila kita pereteli satu-persatu elemen dari sampul majalah tersebut maka maknanyapun berubah (lebih tersamarkan). Elemen tersebut terbagi menjadi tiga yaitu syntactic, semantic, dan pragmatic. Syntactic dan semantic berbentuk bahasa (langue) sedangkan pragmatic berbentuk tindakan / praktek /peristiwa (parole).

Elemen yang berbentuk langue adalah syntactic dan semantic. Syntactic terdiri dari icon, index dan simbol sedangkan semantic terdiri dari denotasi, konotasi, ideologi, mitos dan lain – lain. Icon adalah tanda yang mirip dengan objek yang diwakilinya. Dapat pula dikatakan, tanda yang memiliki ciri-ciri sama dengan apa yang dimaksudkan. Contohnya seperti seorang Adolf Hitler adalah icon dari kekejaman Nazi.

Indeks merupakan tanda yang memiliki hubungan sebab akibat dengan apa yang diwakilinya. Atau disebut juga tanda sebagai bukti. Contohnya pada gambar 2 dibawah, asap yang keluar dari mesin foto copy, karena ada seorang pria memasukkan kepalanya ke dalam mesin tersebut sehingga mesin tersebut rusak dan mengeluarkan asap.

Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan, atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol baru dapat dipahami jika seseorang sudah mengerti arti yang telah disepakati sebelumnya. Contohnya Whisnu bagi orang yang beragama Hindu merupakan perlambangan Dewa yang memiliki makna. Namun bagi orang yang menganut agama di luar Hindu akan menganggap sebagai tokoh biasa atau tokoh pewayangan.

Berbeda dengan pragmatic yang berbentuk parole. Pragmatic muncul dari apa yang kita pikirkan berupa sudut analisis, psikologi, sosial, politik, kultural. Misalkan ketika kita melihat gambar seorang Adolf Hitler yang kita pikirkan dalam benak kita salah satunya adalah kejam, diktator, jerman dan lain –lain. Kesan yang muncul itu dinamakan pragmatic.

Spradley menjabarkan makna denotatif meliputi hal-hal yang ditunjuk oleh kata-kata (makna referensial). Sedangkan menurut Pierce, tahap denotatif, yaitu mencatat semua tanda visual yang ada. Misalnya pada gambar sampul majalah TIRED ada gambar manusia, mesin foto copy, beberapa lembar kertas, sebuah ruangan. Warnanya juga dicatat, seperti merah, kuning, biru, putih, dan sebagainya. Pada tahapan ini hanya informasi data yang disampaikan. Sementara Saussure mengidentifikasikan makna denotatif sebagai makna-makna yang dapat dipelajari pada fisik benda-benda (prinsip anatomis, material, fungsional).

Makna konotatif meliputi semua signifikansi sugestif dari simbol yang lebih daripada arti referensialnya. Menurut Pierce, dalam tahapan konotatif, kita membaca yang tersirat. Contohnya pada gambar 2 dibawah seseorang memasukkan kepala pada mesin foto copy menggambarkan bahwa orang tersebut kelelahan atau stress dengan pekerjaannya. Tetapi bisa juga orang tersebut memasukkan kepala kedalam mesin foto copy dikarenakan ingin memeriksa mesin yang rusak. Untuk memahami makna konotatif, maka unsurunsur yang lain harus dipahami pula. Sedangkan catatan Saussure menyebutkan bahwa makna konotatif adalah makna-makna lebih dalam (idiologis, mitologis, teologis) yang melatari bentuk-bentuk fisik.

Pada gambar di atas bila dilihat dari signifier atau penanda, maka bisa dikatakan seseorang menggunakan kemeja berwarna putih berlengan panjang dan celana berwarna hitam, sepatu yang digunakan berwarna hitam sama seperti warna celana yang digunakannya.  Seseorang ini sedang memasukkan kepalanya kedalam mesin foto copy. Seseorang ini memegang kurang lebih 4 lembar kertas yang bergambarkan kepala seseorang. Seseorang ini berada di dalam sebuah ruangan dengan lantai yang dilapisi karpet berwarna abu-abu dimana tempoknya memiliki warna merah. Diatas mesin foto copy tersebut keluar asap berwarna putih. Orang yang memasukkan kepalanya kedalam mesin foto copy ini berkelamin pria karena baju yang pakaian dan sepatu yang digunakan merupakan pakaian yang biasa digunakan oleh seorang pria.

Sedangkan signified atau petanda dari gambar tersebut Gambar yang dipegang oleh pria ini adalah gambar wajah dia yang dia copy dari mesin foto copy. Asap yang keluar dari mesin foto copy ini adalah asap yang dihasilkan dari mesin foto copy karena mesin tersebut kepanasan maka keluar asap berwarna putih. Bisa juga berarti karena sangat stress dari pekerjaan seorang pria memasukkan kepalanya kedalam mesin foto copy dan ingin mengcopy dirinya menjadi banyak sehingga pekerjaannya dapat terselesaikan lebih cepat.

Dalam gambar diatas ditambahkan tulisan “TIRED’ di bagian atas gambar yang berbeda dengan gambar sebelumnya. Tulisan ini lebih memperjelas lagi makna dari gambar ini. Pesan yang ingin disampaikan lebih jelas dibandingkan dengan gambar sebelumnya. Tulisan TIRED lebih menekankan lagi bahwa pria tersebut memang kelelah.

Setelah menamahkan tulisan “TIRED” kemudian ditambahkan lagi dengan tulisan “HOLD MUSIC We share our favorite customer service hits |CD INSIDE|”. Tulisan ini menunjukkan arti yang berbeda ditambah dengan gambar telepon yang sedang berdering. Gambar telepon dengan garis merah seperti petir ini bisa disepakati sebagai simbol telepon berdering. Tulisan ini bemberitahukan atau memberikan tanda bahwa di dalam majalah ini terdapat CD musik. Berbeda dengan tulisan pertama TIRED yang lebih menjelaskan gambar sampul majalah.

Penambahan tulisan “QUILTS, PAPER WEIGHTS, STATUS MEETINGS, WALLPAPER, WARM SALAD”. Pada gambar memperjelas lagi, bahwa pria tersebut mempunyai pekerjaan yang sangat menumpuk. Didalam pikirannya bersatu antara keinginannya untuk beristirahat dan pekerjaan yang menumpuk.

Penambahan tulisan “*THE |MEH.| LIST” seperti pada gambar 6, saya kurang mengerti tetapi tulisan ini di tambahkan bertujuan untuk memberi pejelasan tersendiri untuk isi dari majalah ini.

Tulisan “AMERICA’S NEXT TOP, mail sorter” ditambahkan dalam gambar 7. Memberikan tanda bahwa didalam majalah ini terdapat artikel mengenai AMERICA’S NEXT TOP dan mengenail mail sorter.

Pada gambar 8 ditambahkan kembali dengan tulisan ”GREY vs GRAY the definitive argument”. Sama seperti sebelumnya tulisan ini meberikan tanda bahwa didalam majalh tersebut terdapat artikel yang membahas tentang keabu-abuan akan sesuatu.

Pada gambar 9 ditambahkan tulisan “OTHER PEOPLE’S, BABIES | FACEBOOK YOUR EYES OUT.” Maka lengkap sudah elemen yang dimiliki sampul majalah ini.

Referensi : –

Oleh Dian Rinjani, S.Pd., M.Ds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *