Simposium Cendekia kelas dunia merupakan program yang dibuat oleh Direktur Jendral Sumber Daya dan IPTEK dengan tujuan bukan hanya sekedar mengembangkan ilmu Pengetahuan di Indonesia tapi memepererat tali persaudaraan. Ada beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan tersebut salah satunya tantangan kedepan untuk Dosen dan Perguruan Tinggi dalam menghadapi era Revolusi Industri , pasalnya nantinya Dosen seluruh indonesia yang telah terpilih mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Diaspora yang akan disebar di berbagai wilayah di tanah air untuk bertemu dan menjalin kerjasama baik dengan mitra risetnya maupun dengan akedimisi di perguruan tinggi lain. Dirjen Prof Ali Ghufron menjelaskan para Diaspora yang hadir telah diseleksi secara ketat dengan melibatkan peran akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) dan Ikatan Ilmuan International Indonesia. Kesempatan tersebut. Ayung Candra Padmasari dalam kesempatan kali ini terpilih mewakili Pendidikan Multimedia kampus UPI Cibiru untuk berkolaborasi dengan diaspora dalam kegiatan tersebut. Kesempatan tersebut sangatlah berharga karena dosen dan ilmuwan indonesia dapat bertemu, berkenalan dan berbagi ilmu dengan diaspora yang tercatat memiliki jabatan akademik minimal asisten profesor di institusinya. Diantaranya 7 orang asisten profesor, 14 orang assosiate profesor dan 10 orang profesor, dan sisanya merupakan senior lecturer yang telah menjadi akademik leader seperti dekan atau kepala pusat riset seerta ada pula yang menjadi peneliti profesional. Pada tahun sebelumnya kolaborasi join reseach dan join publication telah menghasilkan jurnal-jurnal international bereputasi. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut jurnal dan publikasi civitas akademi kampus UPI cibiru kita tercinta dapat semakin meningkat secara kualitas maupun kuantitas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *