SINOPSIS

The Scent of Ggreen Papaya merupakan sebuah film garapan sutradara Prancis-Vietnam bernama Tran Anh Hung. Semua bintang dalam film ini adalah orang Vietnam diantaranya Tran Nu Yên-Khe, Man San Lu, dan Thi Loc Truong.  Film ini dibuat di Prancis tahun 1993. The scent of green papaya menceritakan tentang perjalanan hidup seorang gadis yang bernama MUI. Settingan film ini berada di saigon, Vietnam tahun 1951. Film ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Mui yang bekerja pada sebuah keluarga yang berada. Dalam keluarga tersebut terdiri dari Ibu, Bapak, nenek dari ketiga anak tersebut (dari pihak bapaknya) dan tiga anak laki-laki.

Mui bekerja di keluarga tersebut sebagai asisten rumah tangga bersama seorang wanita paruhbaya. Salah satu pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh Mui adalah membantu menyiapkan masakan, bersih-bersih rumah dan beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya. Setelah 10 tahun kemudian Mui berpindah majikan karena keluarga tempat dia kerja dulu keuangannya menurun. Majikan barunya adalah teman semasa muda anak pertama dari keluarga tersebut. Seorang pria muda yang berprofesi sebagai pianis. Pria tersebut tinggal seorang diri dan sudah memiliki tunangan.

ANALISIS PROXEMICS

Di dalam sinematografi, foxemics merupakan salah satu komponen penting. Ada dua aspek penting proxemics yaitu

  1. Proxemics karakter, yang membahaspertanyaan-pertanyaan seperti
  • Berapa banyak ruangyang ada antarakarakter.
  • Apa yangdisarankan olehkarakteryang dekat dengan(atau, sebaliknya, jauh dari) satu sama lain.
  • Apakahjarakberubah sebagaifilm berlangsung.
  • Apakahjaraktergantung padaisifilmlainnya.
  1. Proxemics kamera, yang menjawabpertanyaan seberapa jauh antara kameradengan karakterdalam film tersebut.

Analisis Proxemiks kamera biasanya berkaitan dengan sistem Hall mengenai pola proxemics untuk sudut kamera yang digunakan untuk membuat specific shot pada pola proxemic. Camera  Proxemics atau Shot memiliki beberapa kategori diantaranya :

  • Extreme long shot (the public proxemic)

Biasanya diambil dari jarak yang sangat jauh, menunjukkan banyak dari lokal. Jika orang yang termasuk dalam gambar ini, mereka biasanya muncul hanya sebagai bintik.

Contoh adegan di film ini tidak ada Extreme long shot karena semua adegan dilakukan di dalam rumah. paling jauh di pasar yang masih nerdekatan dengan rumah.

  • Long shot (the public proxemic)

Sesuai dengan ruang antara penonton dan panggung di teater hidup. Tembakan panjang menunjukkan karakter dan beberapa lokal.

Contoh adegan di film ini

  • Full shot (the social proxemic)

Jarak antar kamera ruang, cukup untuk memperlihatkan tubuh manusia secara penuh.

Contoh adegan di film ini

  • Medium shot (the personal proxemic)

Menunjukkan sosok manusia dari lutut atau pinggang ke atas.

Contoh adegan di film ini

  • Close-up (the intimate proxemic)

Berkonsentrasi pada benda yang relatif kecil dan menunjukkan bagian dari satu bagian tubuh seperti muka.

Contoh adegan di film ini

  • Extreme close-up (the intimate proxemic)

Berfokus pada porsi yang wajar kecil dari sebuah objek, memberikan bagian yang rinci dan makna simbolis.

Contoh adegan di film ini

Sedangkan di film tersebut sesama aktor memiliki jarak yang berbeda-beda satu sama lainya, tergantung peran yang dimainkan. Sesuai dengan pendapat Edward T. Hall, pria yang menciptakan “Proxemics,” istilah jarak sosial antara orang-orang andal berkorelasi dengan jarak fisik, seperti intim dan pribadi jarak, sesuai dengan penggambaran berikut.

  • Jarakintim untukmerangkul, menyentuh atauberbisik

Jarak dekat – kurang dari 6 inci (15 cm)

Jarak jauh – 6 sampai 18 inci (15-46 cm)

Contoh adegan dalam film ini

  • Jarakpribadi untukinteraksiantara teman-temanbaik atauanggota keluarga

Jarak dekat – 1,5 sampai 2,5 kaki (46-76 cm)

Jarak jauh – 2,5 sampai 4 kaki (76-120 cm)

Contoh adegan dalam film ini

  • Jarak sosialuntuk interaksiantarkenalan

Jarak dekat – 4 sampai 7 kaki (1,2-2,1 m)

Jarak jauh – 7 sampai 12 kaki (2,1-3,7 m)

Contoh adegan dalam film ini

  • Jarakpublik yang digunakanuntukberbicara di depan umum

Jarak dekat – 12 sampai 25 kaki (3,7-7,6 m)

Jarak jauh – 25 kaki (7,6 m) atau lebih.

Contoh adegan dalam film ini

Pada keluarga ini ada jarak antara majikan dan pembantu, ketika menyajikan makanan pembantu memberikan jarak dengan tuannya begitu juga sebaliknya. Jarak sosial terjadi lagi ketika anak paling bungsu menjahili Mui, Mui menjaga jarak karena ketakutan karena dia di takuti dengan binatang melata (kadal) yang di gantung di tali oleh anak bungsu tersebut. Mui selalu merasa terancam dengan anak lelaki bungsu. Kalau anak bungsu ini datang dia selalu merasa waswas dan selalu waspada karena anak ini selalu mengganggu dan menjahili Mui. Seperti pada saat dia membersihkan meja (mengelap) anak laki laki itu datang dan mengencingi pot. Hanya dengan tatapan mata saja, Mui merasa terintimidasi dan terancam dengan anak tersebut sehingga Mui tidak tenang pada saaat membereskan meja tersebut.

Pada akhirnya Mui dianggap seperti putri dari keluarga tersebut oleh ibunya. Setelah dianggap seperti putrinya sendiri secara otomatis jarak menjadi lebih dekat. Seperti gambar dibawah ini .

Selain dengan majikannya terdahulu pada akhirnya Mui juga mejadi lebih dekat dengan majikannya yang baru. Karena di bagian akhir Mui dijadikan istri oleh majikannya.

Sedangkan antar asisten rumah tangga tidak memeberikan jarak satu sama lainnya (jarak intim maupun jarak pribadi) mereka selalu saling berdekatan tanpa harus merasa risih satu sama lainnya.

ANALISIS TERITORI

 

Pada dasarnya manusia tanpa sadar telah membatasi dirinya dan tempat pribadinya menjadi teritori pribadi yang tidak mau diganggu oleh orang lain. Pada manusia, teritorialitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perwujudan privasi saja, tetapi lebih jauh lagi teritorialitas juga mempunyai fungsi sosial dan fungsi komunikasi. Sebagai media komunikasi, teritori juga terbagi dalam beberapa golongan, klasifikasi teritori yang terkenal adalah klasifikasi yang dibuat Altman (1980) yang didasarkan derajat privasi, afiliasi, dan kemungkinan pencapaian. Begitu juga di dalam film ini, ada pembagian teritori di dalam rumah majikan Mui yang terdahulu.

  1. Teritori Primer

Teritori primer adalah tempat-tempat yang sangat pribadi sifatnya, hanya boleh dimasuki orang-orang yang sudah sangat akrab atau yang sudah mendapat ijin khusus. Teritori ini dimiliki oleh perseorangan atau sekelompok orang yang juga mengendalikan penggunaan teritori tersebut secara relatif tetap, berkenaan dengan kehidupan sehari-hari. Contoh dalam film tersebut.

2. Teritori Sekunder

Teritori sekunder adalah tempat-tempat yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang yang sudah cukup saling mengenal. Kendali pada teritori ini tidaklah sepenting penggunaan dengan orang asing. Contoh dalam film tersebut.

3. Teritori Publik

Teritori publik adalah tempat-tempat yang terbuka untuk umum. Pada prinsipnya, setiap orang diperkenankan untuk berada di tempat tersebut. Misalnya, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, lobi hotel, dan ruang sidang pengadilan yang dinyatakan terbuka untuk umum. Contoh dalam film tersebut.

Dalam film ini juga terdapat pembatas antara teritori rumah dengan public space. Pagar bisa digunakan sebagai pembatas ruang pribadi dan ruang publik seperti adegan Mui berbicara dengan seorang pria tua tidak dikenal. Dengan adanya pagar Mui merasa aman berbicara dengan orang yang dia tidak. kenal. Orang asing tersebut tidak bisa berani melewati pagar karena akan memasuki ruang pribadi.

KESIMPULAN

Dalam dunia sinematografi ternyata proxemics hampir sama dengan dunia nyata. Karena di dalam film, seorang aktor harus memainkan peran sesuai dengan karakter yang sudah ditentukan. Dengan memerankan karakter tersebut maka semua aturan yang ada di dunia nyata harus diterapkan juga di dalam film tersebut. Sehingga jarak antar pemeran harus disesuaikan dengan karakter yang di mainkan oleh aktor. Begitu juga dengan kamera, shot harus disesuaikan dengan kebutuhan. Agar dengan adanya proxemics kamera penonton bisa merasakan emosi dalam film tersebut dengan permainan jauh dekatnya kamera dengan aktor. Sama halnya dengan teritori, dalam film ini walau adegan yang dilakukan hanya disekitaran rumah saja ternyata teritori yang ada sudah sangat jelas disesuaikan dengan kebutuhan di dalam film tersebut.

Oleh : Dian Rinjani, S.Pd., M.Ds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *