Pada hari Kamis, 16 Juli 2020 penangkapan terhadap aksi massa di Kota Bandung terjadi kembali. Hal ini terjadi, saat aksi massa hendak  menuju titik lokasi untuk menyuarakan aspirasinya terkait penolakkan RUU Cipta Kerja. Belum sepat berkumpul, satu persatu aksi massa sudah ditangkap secara sewenang-wenang dan mendapatkan tindakan represif dari pihak aparat. Penangkapan terjadi dibeberapa ruas jalan, seperti daerah Taman Cikapayang, simpang Dukomsel, Gedung RRI, dan lain sebagainya. Aparat juga melakukan penghadangan kepada aksi masa yang akan datang ke tempat lokasi. Disekitaran  Gd. Sate, polisi melakukan pengecheckan secara paksa kepada dua orang masa aksi yang akan berjalan menuju titik kumpul.

Beberapa menit kemudian tersebarnya kabar seruan dari pihak ALRM (Aliansi Rakyat Menggugat) bahwa aksi dibatalkan mengingat ratusan massanya sudah tertangkap saat hendak dalam perjalanan.  Akan tetapi, nyatanya aksi digelar yang dipimpin oleh pihak PRMB (Poros Revolusi Mahasiswa Bandung). Diawali dengan longmarch dari Monumen Perjuangan dan diakhiri penandatanganan MoU yang dilakukan antara pihak PRMB beserta perwakilan dari DPRD Jabar.

Penutupan jalannya demokrasi memang kerap terjadi di negeri ini, ditambah lagi dengan tindakan represifitas kepada massa aksi. Tentunya hal tersebut bertentangan dengan nilai semangat UUD 1945 akan kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat. Mengkhianati marwah yang tertuang pada UU No. 9 Tahun 1998, dimana polisi bertugas untuk menjamin keamanan bagi setiap warga negara dalam menyatakan pendapat. Dengan demikian, Cibiru Menggugat bersama BEM UPI Cibiru menyatakan sikap :

  1. Mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh pihak aparat Kepolisian Kota Bandung kepada aksi massa ALRM dan kawan lainnya yang akan menyuarakan terkait penolakan terhadap Omnibus Law
  2. Menuntut tindakan hukum kepada aparat kepolisian yang melakukan tindak kekerasan terhadap aksi massa
  3. Menolak segala macam bentuk kompromi dan afiliasi yang dikebiri

Mengingat hal tersebut, semoga hal tersebut tidak terulang kembali. Perjuangan atas nama rakyat tetap pada jalan yang sebenar-benarnya.

Sumber: http://ormawa.kd-cibiru.upi.edu/?p=3527 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *